Contact us +62 (21) 8242 5411, WA +62 812 366 551 16

TESTIMONI

Gambar 1. Persiapan lintasan dengan membentang kabel multi-elektroda (a, b), lalu penancapan elektroda sepanjang lintasan (c), persiapan unit utama resistivitymeter dan QC Data Pengukuran Geolistrik dalam eksplorasi mineral Mangan ( f). 

Melanjutkan artikel pertama tentang geolistrik yang menjelaskan teori dasar dari pengukuran geolistrik, di artikel ini akan dipaparkan bagaimana teknik pengukuran ini diaplikasikan untuk eksplorasi sumber daya alam. Terima kasih kepada anggota HAGI, Ferry Rahman Aries (ITB) yang memaparkan pengalaman beliau dalam hal operasional akuisisi geolistrik, interpretasi, serta beberapa perkembangan baru aplikasi geolistrik.

Operasional geolistrik di lapangan menggunakan banyak bentangan kabel. Kabel multi-elektroda ini dibentangkan di sepanjang lintasan lalu diikuti dengan pemasangan elektroda di setiap jarak tertentu sesuai kebutuhan (jarak elektroda kecil memiliki jangkuan kedalaman yang dangkal, jarak elektroda lebar memiliki jangkauan kedalaman lebih dalam) serta konfigurasi elektroda yang digunakan. Ujung kabel dihubungkan ke alatresistivitymeter melalui perangkat automatic electrode switch. Arus listrik diinjeksikan melalui sepasang elektroda dan direkam beda potensialnya oleh sepasang elektroda lainnya bergantian secara otomatis. Kendali mutu (QC) data pengukuran dapat dilakukan secara real-time saat pengukuran berlangsung. Gambar 1, dibawah ini menggambarkan beberapa proses akuisisi geolistrik. Eksplorasi geofisika dengan menggunakan metoda geolistrik seringkali dilakukan secara 2-D atau geolistrik profiling. Pemodelan dilakukan pada lintasan-lintasan 2-D ini kemudian diinterpretasi dan dapat ditampilkan dalam bentuk visualisasi 3-Dimensi pada satu sistem koordinat tertentu. Gambar berikut menggambarkan hasil geolistrik profiling, dalam 2D ataupun 3D untuk keperluan pemetaan mineral.

Gambar 2. Contoh hasil survey geolistrik untuk pemetaan mineral ore (sumber: Diky Irawan S. dan Consolidated Mineral Ltd.)

Selain dilakukan di darat, pengukuran geolistrik juga dapat dilakukan di laut (marine resistivity survey), misalnya untuk memetakan lapisan sedimen di perairan dangkal seperti dilihat Gambar 3  Gambar 4 merupakan penampang geolistrik laut yang sudah dikonfirmasi dengan data bor BH-1 yang menunjukkan lapisan sedimen halus dan kasar. Lapisan sedimen halus memiliki nilai resistivitas yang lebih tinggi akibat dari pori butirannya yang lebih kecil, dan sebaliknya lapisan sedimen kasar lebih konduktif akibat dari pori butiran yang lebih besar.

Gambar  3. Pengukuran geolistrik di laut dalam memetakan lapisan sedimen pada perairan dangkal

Gambar 4.  Contoh hasil pengukuran geolistrik laut yang dikorelasikan dengan data bor BH-1, lapisan sedimen kasar lebih konduktif akibat dari butirannya yang lebih besar.

Sumber : www.hagi.or.id